Tuesday, June 26, 2007

Lumbanrau

Lumbanrau adalah nama sebuah desa di Parsoburan kec Habinsaran Kab Tobasa Sumatera utara. Jarak desa ini dari Parsoburan cukup dekat hanya sekitar 7 Km saja tapi berhubung akses jalannya pada rusak bisa di tempuh dalam 30 menit naik kendaraan mobil.

Didesa ini ada tumbuh dua batang pohon Hariara yang saling berdekatan dipisahkan oleh jalan raya tetapi konon diantara kedua pohon ini tdk ada persinggungan anta dahan yang satu dengan yang satunya lagi. Konon ini adalah parpadanan antara marga Lubis dan Marga Pasaribu dimana antara marga Lubis dan marga Pasaribu tdk boleh saling mengawini.

Mayoritas penduduk di desa ini adalah marga Lubis, dan mata pencaharian adalah bertani.

Parsoburan

Parsoburan merupakan ibukota kecamatan Habinsaran, kabupataen Tobasa Sumatera utara. Terletak pada Koordinat: 2° 19' 0" Bujur Utara , 99° 20' 0" Bujur Timur berada pada ketinggian 1018 diatas permukaan laut. Jika ingin melihat Parsoburang dengan menggunakan peta online silahkan melalui link ini : http://www.fallingrain.com/world/ID/0/Parsoburan.html

Satu satunya akses menuju Parsoburan adalah melalui darat yg bisa dari Silimbat ataupun Laguboti, kalau anda bawa kendaraan sendiri tidak jadi masalah tentunya, lainhalnya kalau anda mengandalkan transportasi umum, ini bisa jadi masalah kalau waktunya tidak tepat, bisa bisa anda akan bermalam di silimbat atau di balige.

Jika bisa tiba di balige dibawah jam 14 siang ada kendaraan yg siap mengantar anda ke parsoburan, tinggal tanya ada di onanraja pasti akan di tunjukkan mobil yg menuju Parsoburan, kalau udah diatas jam tersebut diatas maka bisa bisa tidak adalagi kendaraan yang menuju kesana kecuali hari Jumat , karena saat itu Onan di Balige biasanya sampai jam 17 masih ada kendaraan menuju parsoburan.

Jika di Balige sudah tdk ada kendaraan maka silahkan menuju Silimbat, disana akan ada kendarann yg siap menuju Parsoburan dengan catatan jumlah penumpangnya memadai untuk diantar, disini memadai tergantung si supir berapa orang baru diantar, tp kl udah penuh langsung berangkat. Kalau tidak penuh padahal udah malam ya anda terpaksa menginap di Silimbat.

Alternatip lainnya adalah menunggu kendaraan yg dari Medan biasanya sekitar jam 15 sampai jam 17 akan lewat di Silimbat, Tapi hati hati dengan agen di silimbat , anda tdk boleh asal naik kendaraan yg dari Medan tersebut kudu pendekatan khusus. Ada baiknya anda menunggu kendaraan dari Medan ini di daerah Silaen untuk menghindari agen yg di Silimbat.

Jika anda memang ingin mengunjungi Parsoburan jangan lupa bawa Jaket sebab daerah ini sangat dingin kalau dibandingkan dengan Puncak masih jauh lebih dingin.

Semoga bisa bermanfaat bagi anda yg mau menuju ke Parsoburan.

Thursday, June 08, 2006

Ulang tahun




Ini adalah foto putri saya yang kedua pada tanggal 5 juni kemarin merayakan ultahnya yang pertama. Berhubung bapaknya ini di jakarta mengais ngais rejeki maka kami tidak bisa bersama merayakannya hanya di temani ibunya bersama kakanya juga tante tantenya ultahnya di rayakan sangat sedrhana dengan meniup lilin dan makan kue Blackforest aja, begitu kata mamanya ketika saya telepon dari jakarta.

Yang membuat saya senyum senyum waktu telepon adalah laporan mamanya ketika ini bocah ambil dan makan sendiri kuenya pakai sendok ataupun langsung pakai tangan, habislah semua belepotan dari mulut sampai kekaki.

Selamat ulang tahun Nak jadilah orang yang berguna bagi Tuhan dan juga bagi Sesama manusia doaku selalu menyertaimu.

Bapak yang selalu menyayangimu

Wednesday, June 07, 2006

Foto





Friday, December 09, 2005

Semua hanyalah Titipan-Nya

Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa rumahku hanya titipanNya,
bahwa mobilku hanya titipanNya,
bahwa hartaku hanya titipanNya,
bahwa putraku hanya titipanNya,

Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya,
mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku?
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus
kulakukan untuk milikNya ini?

Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika t itipan itu diminta kembali olehNya ?.

Ketika diminta kembali,
kusebut itu sebagai musibah,
kusebut itu sebagai ujian,
kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan
bahwa itu adalah derita.

Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan,
seolah semua "derita" adalah hukuman bagiku.
Seolah keadilan dan kasihNya harus berjalan seperti matematika :
aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan nikmat dunia kerap menghampiri ku.

Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan Kekasih.
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku",
dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku,

Gusti, padahal tiap hari kuucapkan,
hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah...
"ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja"

Sumber : Unknown